Kira-kira begitulah gambaran singkat sebuah kompetisi yang dikenal dengan sebutan 3MT. Kompetisi ini bergulir pertama kali atas inisiatif University of Queensland (UQ) di Australia. Kompetisi berbasis komunikasi riset ini diadakan untuk mengasah kemampuan para pelajar tingkat perguruan tinggi (khususnya jenjang Doktor) dalam mempresentasikan hasil dan signifikansi penelitian yang mereka lakukan yang disaksikan masyarakat umum (bukan spesialis pada bidang tersebut). Kompetisi 3MT pertama kali diadakan pada tahun 2008 di UQ. Pada tahun 2009 dan 2010, 3MT dipromosikan di seluruh universitas di Australia dan Selandia Baru. Saat ini, 3MT telah diselenggarakan di beberapa universitas di Amerika Serikat, Kanada, Skotlandia, Inggris, Swedia, Spanyol, Perancis, Polandia, Meksiko, Cili, dan Kolombia. Pada kawasan Asia-Pasifik, beberapa negara yang juga ikut menyelenggarakan kompetisi ini antara lain: Iran, Fiji, Hong Kong, Singapura, Jepang, Filipina, dan Malaysia.
Penyelenggara 3MT di kawasan Asia-Pasifik:
Pada sebuah universitas penyelenggara, 3MT dibagi menjadi dua tingkatan yaitu, tingkat fakultas dan tingkat universitas. Tiga orang peserta terbaik dari setiap fakultas akan dipertemukan dengan wakil dari fakultas yang lain. Seluruh peserta terbaik dari setiap fakultas dapat mengikuti 3MT tingkat universitas yang dibagi menjadi dua babak, yaitu babak penyisihan dan babak final tingkat universitas. Pada babak penyisihan, keseluruhan peserta dipisahkan ke dalam tiga grup. Selanjutnya, peserta terbaik dari setiap grup akan memasuki babak final tingkat universitas. Sebanyak tiga orang peserta terbaik tingkat universitas akan dikirimkan menuju babak penyisihan tingkat nasional yang selanjutnya dapat mewakili negaranya bertanding pada tingkat internasional.
Sebagai pelajar yang masuk dalam salah satu universitas penyelenggara 3MT tersebut, saya berkesempatan untuk turut serta dalam kompetisi ini mulai dari tingkat fakultas hingga universitas. Saat itu merupakan penyelenggaraan 3MT untuk ketiga kalinya di kampus saya. Dari beberapa peserta, akhirnya terpilih 13 orang yang mewakili beberapa negara seperti Indonesia, Malaysia, Nigeria, dan Iran yang masuk ke dalam babak final tingkat universitas. Penampilan setiap peserta dinilai oleh beberapa orang juri dengan latar belakang bidang ilmu atau pekerjaan yang beragam, mulai dari akademisi, peneliti, pemerhati lingkungan, akuntan, aktor hingga juru masak.
Para juri 3MT:
Peraturan yang diterapkan dalam kompetisi 3MT cukup sederhana, antara lain:
Sekilas terlihat mudah dan sederhana, akan tetapi pada kenyataannya cukup sulit untuk merangkai kata dan kalimat menggunakan bahasa/istilah yang dapat dipahami oleh masyarakat umum karena sebagian besar isi tesis seorang pelajar menggunakan bahasa/istilah teknis yang secara spesifik digunakan pada bidang ilmu tertentu. Kompetisi 3MT mengasah kemampuan setiap peserta dalam menjelaskan penelitiannya yang bersifat ilmiah kepada masyarakat umum dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami tanpa mengurangi makna atau signifikansi penelitian tersebut, sehingga masyarakat umum dapat dengan mudah mengerti tujuan dan manfaat dari penelitian yang dilakukan. Teknik penyampaian yang sering digunakan adalah dengan menganalogikan ide dan tujuan penelitian kepada sesuatu hal yang bersifat umum, misalnya menggambarkan sistem ketahanan tubuh sebagai sebuah “peperangan” antara bakteri dengan antibodi atau mengganalogikan metode pendeteksian DNA hewan layaknya sebuah alat pendeteksi sidik jadi. Akan tetapi hal tersebut justru menjadi tantangan tersendiri yang dihadapai oleh setiap peserta.
Secara umum, kompetisi 3MT menjadi sebuah ajang yang bagus khususnya bagi para akademisi dalam mengkomunikasikan penelitian yang dilakukannya kepada masyarakat umum. Tujuannya adalah masyarakat dapat memahami signifikansi sebuah penelitan ilmiah serta mengetahui manfaat yang dapat mereka peroleh dari hasil penelitan tersebut. Berkembangnya kesadaran terhadap arti penting suatu penelitian ilmiah dirahapkan dapat menghasilkan dukungan penuh masyarakat dan pemerintah dalam meningkatkan mutu penelitian ilmiah. Karena pada hakikatnya suatu penelitian ilmiah dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupan manusia.
Penyelenggara 3MT di kawasan Asia-Pasifik:
- University of Isfahan, Iran
- The University of South Pasific, Fiji
- Hong Kong University, Hong Kong
- Nanyang Technological University, Singapura
- Ritsumeikan University, Jepang
- Central Luzon State University of The Philippines
- Universiti Malaya, Malaysia
- Universiti Teknologi Malaysia
- Universiti Putra Malaysia
Pada sebuah universitas penyelenggara, 3MT dibagi menjadi dua tingkatan yaitu, tingkat fakultas dan tingkat universitas. Tiga orang peserta terbaik dari setiap fakultas akan dipertemukan dengan wakil dari fakultas yang lain. Seluruh peserta terbaik dari setiap fakultas dapat mengikuti 3MT tingkat universitas yang dibagi menjadi dua babak, yaitu babak penyisihan dan babak final tingkat universitas. Pada babak penyisihan, keseluruhan peserta dipisahkan ke dalam tiga grup. Selanjutnya, peserta terbaik dari setiap grup akan memasuki babak final tingkat universitas. Sebanyak tiga orang peserta terbaik tingkat universitas akan dikirimkan menuju babak penyisihan tingkat nasional yang selanjutnya dapat mewakili negaranya bertanding pada tingkat internasional.
Sebagai pelajar yang masuk dalam salah satu universitas penyelenggara 3MT tersebut, saya berkesempatan untuk turut serta dalam kompetisi ini mulai dari tingkat fakultas hingga universitas. Saat itu merupakan penyelenggaraan 3MT untuk ketiga kalinya di kampus saya. Dari beberapa peserta, akhirnya terpilih 13 orang yang mewakili beberapa negara seperti Indonesia, Malaysia, Nigeria, dan Iran yang masuk ke dalam babak final tingkat universitas. Penampilan setiap peserta dinilai oleh beberapa orang juri dengan latar belakang bidang ilmu atau pekerjaan yang beragam, mulai dari akademisi, peneliti, pemerhati lingkungan, akuntan, aktor hingga juru masak.
Para juri 3MT:
- Prof. Dato’ Dr. Amru Nasrulhaq Boyce – Dean of the Frontier Science Research Cluster, Universiti Malaya
- Datin Sharina Dato’ Shaukat – Fellow/Head of Centre for Ocean Law and Policy, Maritime Institute Malaysia
- Nabilah Abdul Mubin – Financial Reporting Manager of ExxonMobil Malaysia
- Chef Johari Edrus – Principal Consultant of Chefjo Culinary Consultants
- Rosnah Abdullah – Marketting and Business Development Manager for Tradewinds Premium Good Sdn. Bhd.
Peraturan yang diterapkan dalam kompetisi 3MT cukup sederhana, antara lain:
- Menggunakan satu (1) halaman tampilan Power Point yang statis (tanpa animasi atau efek lainnya)
- Tidak menggunakan media, perangkat atau properti lain
- Batas maksimal waktu presentasi adalah 3 menit, jika lebih maka peserta akan terkena diskualifikasi
- Komprehensif dan konten. Apakah presentasi tersebut membantu pendengar memahami tujuan dan signifikansi penelitan?
- Komunikasi dan tingkat ketertarikan. Apakah presetasi tersebut menggunakan bahasa/istilah yang dipahami oleh pendengar umum? Apakah presentasi tersebut membuat pendengarnya ingin mengetahui lebih banyak tentang penelitan yang dilakukan?
Sekilas terlihat mudah dan sederhana, akan tetapi pada kenyataannya cukup sulit untuk merangkai kata dan kalimat menggunakan bahasa/istilah yang dapat dipahami oleh masyarakat umum karena sebagian besar isi tesis seorang pelajar menggunakan bahasa/istilah teknis yang secara spesifik digunakan pada bidang ilmu tertentu. Kompetisi 3MT mengasah kemampuan setiap peserta dalam menjelaskan penelitiannya yang bersifat ilmiah kepada masyarakat umum dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami tanpa mengurangi makna atau signifikansi penelitian tersebut, sehingga masyarakat umum dapat dengan mudah mengerti tujuan dan manfaat dari penelitian yang dilakukan. Teknik penyampaian yang sering digunakan adalah dengan menganalogikan ide dan tujuan penelitian kepada sesuatu hal yang bersifat umum, misalnya menggambarkan sistem ketahanan tubuh sebagai sebuah “peperangan” antara bakteri dengan antibodi atau mengganalogikan metode pendeteksian DNA hewan layaknya sebuah alat pendeteksi sidik jadi. Akan tetapi hal tersebut justru menjadi tantangan tersendiri yang dihadapai oleh setiap peserta.
Secara umum, kompetisi 3MT menjadi sebuah ajang yang bagus khususnya bagi para akademisi dalam mengkomunikasikan penelitian yang dilakukannya kepada masyarakat umum. Tujuannya adalah masyarakat dapat memahami signifikansi sebuah penelitan ilmiah serta mengetahui manfaat yang dapat mereka peroleh dari hasil penelitan tersebut. Berkembangnya kesadaran terhadap arti penting suatu penelitian ilmiah dirahapkan dapat menghasilkan dukungan penuh masyarakat dan pemerintah dalam meningkatkan mutu penelitian ilmiah. Karena pada hakikatnya suatu penelitian ilmiah dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupan manusia.



No comments:
Post a Comment