Monday, August 31, 2015

THREE MINUTE THESIS COMPETITION: “Adu kebolehan menceritakan tesismu dalam waktu tiga menit…”

Kira-kira begitulah gambaran singkat sebuah kompetisi yang dikenal dengan sebutan 3MT. Kompetisi ini bergulir pertama kali atas inisiatif University of Queensland (UQ) di Australia. Kompetisi berbasis komunikasi riset ini diadakan untuk mengasah kemampuan para pelajar tingkat perguruan tinggi (khususnya jenjang Doktor) dalam mempresentasikan hasil dan signifikansi penelitian yang mereka lakukan yang disaksikan masyarakat umum (bukan spesialis pada bidang tersebut). Kompetisi 3MT pertama kali diadakan pada tahun 2008 di UQ. Pada tahun 2009 dan 2010, 3MT dipromosikan di seluruh universitas di Australia dan Selandia Baru. Saat ini, 3MT telah diselenggarakan di beberapa universitas di Amerika Serikat, Kanada, Skotlandia, Inggris, Swedia, Spanyol, Perancis, Polandia, Meksiko, Cili, dan Kolombia. Pada kawasan Asia-Pasifik, beberapa negara yang juga ikut menyelenggarakan kompetisi ini antara lain: Iran, Fiji, Hong Kong, Singapura, Jepang, Filipina, dan Malaysia.

Penyelenggara 3MT di kawasan Asia-Pasifik:
  • University of Isfahan, Iran
  • The University of South Pasific, Fiji
  • Hong Kong University, Hong Kong
  • Nanyang Technological University, Singapura
  • Ritsumeikan University, Jepang
  • Central Luzon State University of The Philippines
  • Universiti Malaya, Malaysia
  • Universiti Teknologi Malaysia
  • Universiti Putra Malaysia

Wednesday, March 12, 2014

Microsoft Excel 2010 Beginner: Cara membuat grafik

LANGKAH-LANGKAH MEMBUAT GRAFIK

1. Blok semua data. Blok data dari B5 sampai G10.



2. Pilih Tab Menu INSERT, pilih ribbon COLUMN, pilih jenis grafik yang diinginkan.


3. Hasilnya


Tuesday, November 26, 2013

The 34th Asian Conference on Remote Sensing 2013, Denpasar, Bali


Sebuah konferensi internasional di bidang penginderaan jauh bertajuk ACRS 2013 telah dilaksanakan pada tanggal 20 – 24 Oktober 2013 yang lalu. Kegiatan yang sudah berlangsung untuk kali ke-34 ini diadakan di Denpasar, Bali. Kegiatan yang bertema “Bridging Sustainable Asia” ini diselenggarakan sebagai hasil kerjasama antara Masyarakat Penginderaan Jauh Indonesia (MAPIN) dengan Asian Association on Remote Sensing (AARS).


ACRS 2013 dibuka dengan kata sambutan yang diberikan oleh Dr. Dewayani Sutrisno selaku Ketua Panitia kegiatan dan Ketua Umum MAPIN, Prof. Kohei Cho (Sekretaris AARS), Prof. Shunji Murai (AARS), dan Prof. Gusti Muhammad Hatta selaku Menteri Riset dan Teknologi. Selain itu, pada sesi pembukaan juga diisi dengan berbagai paparan yang disampaikan oleh Dr. Asep Karsidi (Kepala BIG),  Drs. Bambang Tejasukmana (Kepala LAPAN), Dr. Marzan A. Iskandar (Kepala BPPT), dan Ir. Agoes Widjanarko (PU).


Kegiatan yang menjadi salah satu konferensi penginderaan jauh terbesar di Asia ini diikuti oleh 1379 peserta yang berasal dari beberapa negara, seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, China, Taiwan, Jepang, India, dan Iran. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri beberapa pakar yang berasal dari beberapa negara luar Asia, seperti Amerika Serikat, Belanda, Italia, dan Jerman. Sebanyak 1087 abstrak dan 811 makalah telah diikutsertakan dalam kegiatan ini. Dari jumlah tersebut, sebanyak 366 dipaparkan melalui sesi presentasi lisan, sedangkan sebanyak 445 dipaparkan melalui sesi poster.

Thursday, September 5, 2013

The 8th International Symposium on Digital Earth 2013



International Symposium of Digital Earth (ISDE) ke-8 telah diselenggarakan pada tanggal 26-29 Agustus 2013 yang lalu. Acara dua tahunan tersebut diadakan di Borneo Convention Center Kuching (BCCK), Kuching, negara bagian Sarawak, Malaysia. ISDE ke-8 kali mengusung tema “Transforming Knowledge into Sustainable Practice”. 

Sebagai sebuah kegiatan ilmiah ISDE 2013 dihadiri oleh kurang lebih 350 peserta yang mewakili berbagai kalangan, seperti akademisi, periset, praktisi, policy makers, pegawai pemerintah, serta pelajar (baik tingkat sarjana dan pascasarjana). Para peserta yang hadir mewakili kurang lebih 36 negara termasuk Indonesia (3 orang). Tidak ketinggalan pula beberapa institusi/organisasi lokal dan internasional yang ikut serta pada sesi eksibisi/pameran, antara lain ESRI, RADI, Space Eye, Taylor & Francis, serta JUPEM (Malaysia).

 Sebanyak lebih dari 200 karya ilmiah ikut ambil bagian dalam kegiatan yang berlangsung selama lima hari tersebut. Karya-karya ilmiah tersebut dikelompokkan dalam sub-tema yang lebih spesifik dan dipaparkan oleh para peserta dalam sesi/panel yang lebih kecil. Tidak kurang dari 15 sub-tema dipersiapkan dalam acara ini, dan setiap sub-tema dimulai dengan menghadirkan dua atau lebih pembicara kunci yang merupakan pakar/praktisi di bidang yang berkaitan. Selain itu juga terdapat sesi Student Paper Contest yang memperlombakan karya-karya ilmiah dari masing-masing peserta.

Tuesday, October 16, 2012

Advanced Spatial Techniques for Environmental Analysis and Management

Latar Belakang
Spatial-tech Workshop merupakan kegiatan pelatihan tahunan yang diselenggarakan oleh ASEAN-European University Network (ASEA UNINET) bagi para anggotanya dalam bidang Geographic Information Science (GIScience). Pada kegiatan tahun 2010 ini, ASEA UNINET bekerjasama dengan Universiti Putra Malaysia (UPM) sebagai tuan rumah penyelenggara, mengangkat tema mengenai “Advanced Spatial Techniques for Environmental Analysis and Management”. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah membagi pengetahuan dan pengamalan berbagai teknik dan metode GIScience dalam pengelolaan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan yang telah dikembangkan oleh institusi ahli kepada institusi lainnya untuk meningkatkan kompetensi dan pendidikan GIScience.

Universitas Indonesia sebagai salah satu anggota ASEA UNINET diundang untuk dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini sebagai peserta pelatihan. Untuk merespon undangan tersebut, Departemen Geografi – UI mengirimkan tiga orang staf pengajarnya yang terdiri dari satu dosen dan dua asisten dosen. Dengan komposisi peserta yang dikirim tersebut diharapakan ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat di-transfer kepada institusi dan dapat melakukan regenerasi terhadap staf pengajar muda dalam skema pembimbingan dosen senior kepada para asisten.